Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jenis Antena dan Fungsinya

Groundplane
Antena Groundplane 2M Band

Sejak masih sekolah dasar saya kalau diajak jalan-jalan orangtua, saya selalu memandang jauh keatap-atap rumah dan gedung yang saya lewati untuk melihat berbagai jenis antena yang terpasang.

Bermula ketika kakak saya memasang radio CB (Citizen Band) yang bekerja pada gelombang 11 meter band atau pada frekwensi 26,96 Mhz sampai 27,41 Mhz. Antena yang dipasang adalah jenis dipole berbentuk V menggunakan almunium yang dipasang tidak terlalu tinggi di atap rumah.

Dengan perangkat CB ini kami dapat berkomunikasi sangat jauh dengan pemilik radio dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan tidak jarang bisa mendengar percakapan dari luar negeri. Luar biasa kan, sejak saat itulah saya terkagum-kagum dengan apa yang bisa dilakukan dengan perangkat telekomunikasi.

Tulisan ini masih ingin memberikan informasi tentang sesuatu yang sering kita lihat disekitar kita tapi tidak semua orang mungkin memahami kecuali yang hobby dengan bidang telekomunikasi.

Fungsi Antena

Antena (Inggris: Antenna) adalah suatu bagian paling depan sekaligus paling terakhir pada bagan atau skema radio telekomunikasi.

Memiliki fungsi sebagai penerima gelombang radio pada mode penerimaan (Receiver) sekaligus sebagai pemancar gelombang radio pada mode pemancaran (Transmitter).

Antena dan Frekwensi

Sebelum saya sajikan jenis-jenis antena perlu diketahui dahulu bahwa hal paling kritis adalah kaitan antara bentuk atau dimensi antena dengan frekwensi kerjanya.

Lebih mudahnya saya analogikan antena itu seperti kuping manusia yang memiliki frekwensi kerja yaitu pada frekwensi audio antara 20 hertz (Hz) sampai 20.000 Hertz (20Hz-20Khz).

Ini artinya kuping manusia hanya merespon pada frekwensi audio tersebut, diluar dari pada itu kuping kita tidak akan bisa mendengarnya alias budeg. Begitu juga dengan antena radio yang memiliki frekwensi kerja terbatas oleh karenanya ada banyak jenis antena untuk tiap-tiap jenis pemancar atau penerima radio. Gimana sudah mulai paham kan ...

Frekwensi dan Band (Pita Saluran)

Frekwensi yang ada di dunia ini dibagi-bagi menjadi beberapa bagian untuk diklasifikasikan menurut kemampuan dan penggunaannya.
  1. VLF (Very Low Frequency) 3Hz - 30Khz meimiliki panjang gelombang 33km sampai 10km
  2. LF (Low Frequency) 30Khz - 300Khz memiliki panjang gelombang 10km sampai 1km
  3. MF (Medium Frequency) 300 Khz - 3000Khz (3 Mhz) memiliki panjang gelombang 1km sampai 100m
  4. HF (High Frequency) 3Mhz - 30 Mhz  memiliki panjang gelombang 100m sampai 10m
  5. VHF (Very High Frequency) 30 Mhz - 300 Mhz memiliki panjang gelombang 10m sampai 1m
  6. UHF (Ultra High Frequency) 300 Mhz - 3000 Mhz (3 Ghz) memiliki panjang gelombang 1m sampai 100mm
  7. SHF (Super High Frequency) 3 Ghz - 30 Ghz memiliki panjang gelombang 100mm sampai 10mm
  8. EHF (Extra High Frequency)  30 Ghz - 300 Ghz memiliki panjang gelomgang 10mm sampai 1mm
  9. Selanjutnya masuk kategori gelombang micro (Micro wave)
Catatan :
  • Hertz adalah satuan banyaknya getaran atau gelombang dalam satu detik.
  • Panjang gelombang yang disimbolkan dengan lambda (λ) didapat dari rumus berikut
λ = v/f
v = 300.000.000 meter/detik (kecepetan cahaya)
f = frequency

Rumus Hitung Antena

Setelah paham kaitan frekwensi dengan dimensi antena sekarang coba kita pahami bagaimana melakukan hitungan konstruksi antena sederhana berdasarkan rumus yang sudah baku. Kita akan menghitung pembuatan antena Groundplane untuk dipakai pada radio 2 meter band (+/- 145 Mhz).

λ = 300.000.000/145.000.000
   = 2,069 meter

Dimana dalam pembuatan antena biasanya panjang dihitung dengan rumus 1/4 lambda yang artinya panjang gelombang dibagi 4, maka untuk perhitungan diatas didapat panjang antena 0,51 meter atau 51 centimeter.

Jadi jika antena yang kita buat adalah jenis groundplane maka panjang masing-masing radial atau kumis antena adalah 51cm. Namun demikian dimensi antena bisa saja tidak mengikuti rumus ini karena adanya faktor lain seperti lilitan atau coil dalam antena.

Macam-macam Antena

A. Antena single pole atau atau whip (Pecut)

Yaitu jenis antena tegak vertical dengan atau tanpa radial (kumis).

Contohnya :

Diamond F23
Diamond F-23

Hustler G7
Hustler G7


V2R Hygain
V2R Hygain


Ketiga antena diatas sangat populer digunakan pada saluran 2 meter band atau VHF oleh penggiat radio amatir. Jenis antena ini menyebar sama rata ke semua arah atau disebut juga Omnidirectional.

B. Antena Yagi

Sedangkan jenis antena HF, VHF, UHF yang Sectoral atau sering disebut pengarah yakni jenis Yagi-uda seperti gambar berikut. Antena ini sangat baik untuk komunikasi jarak jauh karena gelombang radio keseluruhan ditembakan kearah depan, namun butuh rotator  agar antena ini dapat berputar ke arah yang lain.

Yagi 80m
Yagi 80m band

Yagi 2m band
Yagi 2m band

Yagi 2,4 Ghz
Yagi 2,4 Ghz

Semakin banyak elemen pada antena yagi maka penguatan antena semakin baik, tetapi tentunya dimensi semakin panjang. Pada yagi 2,4 Ghz memiliki konstruksi yang kecil karena frekwensi kerjanya yang tinggi.

C. Antena All Band

Antena ini memiliki lebar band yang luas dari 25Mhz sampai 1300Mhz namanya Discone antena tapi penguatan antenanya kurang dibandingkan antena-antena diatas.

Discone antena
Sirio discone antena

D. Antena frekwensi MF dan HF

Antena yang bekerja pada saluran ini memiliki dimensi panjang yang membutuhkan lahan luas. Karena frekwensinya yang lebih rendah dari antena VHF keatas maka panjang antena ini membutuhkan lebih dari satu tiang penyangga.

Antena ini banyak dipakai oleh telekomunikasi kapal-kapal laut maupun pemancar radio broadcast AM dan short wave. Kelebihannya telekomunikasi ini mampu menjangkau jarak yang sangat jauh, namun kualitas audio sangat tergantung kondisi atmosfir.

Kalau kamu punya radio SW maka kamu bisa mendengarkan siaran radio dari berbagai negara seperti BBC london, VOA, Deutsche Welle jerman dan lain-lain.

Bentuknya bermacam-macam, ada yang menyerupai kupu-kupu atau sarang laba-laba, berikut contoh antennya yang kadang disebut antena bentang.

HF antenna
HF Antena

HF Antena
HF Antenna


E. Antena Dipole

Antena ini adalah yang paling sederhana, merupakan bagian inti dari antena yagi yang tidak menggunakan reflektor atau pemantul dan direktor pengarah.

Dimensinya tergantung frekwensi kerja, semakin rendah frekwensinya maka panjang antena semakin besar, contohnya jika digunakan pada frekwensi MF atau HF jadilah ia antena bentang yang membutuhkan setidaknya dua tiang untuk memasangnya.

Antena dipole
Antena dipole FM

HF Dipole
HF Dipole

Ok itulah jenis antena yang bisa saya sampaikan, kesimpulannya semakin tinggi frekwensi kerjanya maka antena akan memiliki dimensi yang kecil. Contohnya antena WiFi dan bluetooth yang antennanya bisa dibuat dalam bentuk cetakkan diatas papan rangkaian .

Bluetooth antena
Bluetooth antena pada rangkaian modul

Update :

Antena QFH
Quadrifilar Helicoidal (QFH)

Antena QFH bekerja pada frekwensi 137 Mhz digunakan oleh para hobi untuk menangkap sinyal dari satelit cuaca NOAA. Dapat dibuat dengan bahan paralon sebagai support, antena bisa dibuat dengan aluminium, tembaga atau kabel coaxial.

Posting Komentar untuk "Jenis Antena dan Fungsinya"

Berlangganan via Email