Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Membuat Kipas Angin Emergency


Ini diawali kisah tragis yang terjadi di rumah tangga kami pada suatu malam yang gerah. Kala itu terjadi lsitrik padam, kebetulan juga daerah saya kan daerah hawa panas jadilah seisi rumah terbangun karena kepanasan akibat kipas angin tidak beroperasi akibat putusnya pasokan daya.

Keadaan ini cukup memilukan karena berakibat sangat fatal yaitu bergadang bersama. Akhirnya saya pun bertekad untuk menciptakan sesuatu yang bisa menangani keadaan serupa diwaktu mendatang. Terpikir untuk membuat kipas angin emergency menggunakan barang-barang bekas yang saya miliki.

Inilah salah satu keuntungan punya hobby ngumpulin barang bekas, kebetulan saya punya beberapa kipas komputer yang tergeletak dari kumpulan rongsokan dan pemberian. Sisanya yang lain saya pesan dari toko online kesayangan yaitu Bukapalak.

Alat dan Bahan Membuat Kipas Angin Emergency / Darurat

Berikut bahan-bahan yang saya gunakan untuk menbuat kipas angin emergency, sesuai namanya hasilnyapun nampak emergency atau darurat.

1. Kipas bekas komputer dengan ukuran 12 Volt/2,5 Ampere
2. Kotak battery plus switch  18650 x 2 Rp. 21.000
3. Kabel secukupnya
4. Modul step up model DC-DC XL6009E1 Rp. 18.000
5. Battery 18650 2 buah, harga bervariasi.
5. Solder dan timah
6. Alat ukur Mulltimeter Digital, ini di toko online mulai harga Rp. 40.000
7. Dobel tape hitam.

Saya sarankan dirumah-rumah punya alat Solder, Timah dan Multimeter karena banyak sekali fungsinya dan harganyapun sangat terjangkau ya, tidak sampai jual rumah orang tua kita kok.

Langkah Pengerjaan

  1. Pastikan kamu mengenali bagian kutub-kutub positif dan negatif dari kipas, battery dan modul.
  2. Tempelkan kotak battery dengan kipas komputer menggunakan dobel tape.
  3. Tempelkan modul step up pada salah satu bagian kipas, bisa disamping atau atas.
  4. Sambungkan kabel positif dan negatif dari kotak battery ke bagian input modul step up.
  5. Pasang battery 18650 kedalam kotak battery.
  6. Nyalakan modul step up dengan cara swich ON melalui switch pada kotak battery.
  7. Ukur tegangan pada output modul menggunakan multimeter dengan pengukuran switch multimeter ke bagian volmeter DC skala 20V. Kemudian putar trimmer (kotak biru) pada modul step up menggunakan obeng minus atau sesuatu yang pipih dan lihat hasil pengukuran hingga mendapatkan hasil sekitar 12.5 Volt.
  8. Kalau sudah kita dapatkan tegangan 12.5v pada output modul, maka siap disambungkan dengan kipas komputer bekas kita.
  9. Selanjutnya sambungkan kabel positif dan negatif kipas (Hitam (-) dan Merah (+)) ke bagian
  10. Periksa kembali semua sambungan kemudian coba di nyalakan, jika tidak ada kesalahan maka kipas akan berputar pelan kemudian berputar cepat dengan menghembuskan angin yang deras diikuti suara bisingnya bak mesin pesawat terbang. (Silahkan lihat videonya kalau tidak percaya).

Berikut penjelasan beberapa hal berkenaan komponen yang kita gunakan.


1. Modul Step Up

Ada banyak macam dan karakteristiknya tapi biasanya penjelasan sebatas berapa tegangan input dan output yang di atasi oleh komponen ini. Komponen ini kita pakai untuk menaikkan tegangan battery dari 3,7 volt x 2 = +- 7.5 Volt tergantung ya, karena kalau terisi penuh satu battery ini bisa sampai 4.2 Volt.

Jadi kita butuh modul ini karena kipas komputer rata-rata butuh tegangan DC 12 Volt. Optimalnya perbandingan koversi tegangan output / keluaran adalah 3x tegangan input. Kalau kita gunakan 1 battery saja maka modul akan panas sekali, terlalu jauh konversinya.

Nah modul ini tidak hanya bisa step up tapi juga step down, kebalikan dari fungsi yang kita gunakan, memiliki spesifikasi input DC 3.2 Volt sampai 32 Volt dan output 4 volt sampai 38 volt.

2. Battery 18650

Harga per biji ada yang 15.000 hingga diatas 100.000 tergantung dari kualitas, merek battery dan kapasitasnya. Semakin besar kapasitas semakin mahal namun semakin awet juga kipas kita berputar.
Bisa juga didapatkan dari battery bekas laptop lama, karena bagian dalmnya berisi battery jenis ini.

Dengan menggunakan kapasitas 2600 mAH x2 kipas dapat berputar efektif nonstop 2.5 jam lumayan nunggu sampai listrik normal, kebetulan saya pribadi punya banyak battery cadangan untuk berbagai keperluan.

3. Multimeter

Adalah alat yang biasa dipakai teknisi elektronika dan listrik dan umumnya digunakan mengukur tegangan DC atau AC, konektifitas kabel, arus listrik maupun tahanan suatu komponen dan lai-lain.

Namun alat ini sangat penting bagi rumah tangga minimal dipakai untuk mengukur tegangan battery, listrik serta mengecek apakah suatu kabel rusak / putus.

4. Kipas Bekas Komputer

Barang ini cukup banyak menjadi rongsokan terutama di tukang servis atau dirumah-rumah. Pada dasarnya kalau komputer rusak kipasnya jarang sekali rusak dan bisa dimanfaatkan untuk banyak hal.

Tapi perlu diketahui walaupun bentuknya sama kadang spesifikasi beda di arus nya, ada yang 0.14 ampere dan lainnya, sedangkan yang saya gunakan 2.5 ampere bekas komputer server.

Karena pada percobaan yang 0.14 ampere kipas tidak berputar kencang, ini mungkin karena ilmu saya kurang bagus, nanti saya selidik lagi.

Demikian proyek membuat kipas angin emergency alias darurat ini, dengan bermodalkan alat yang tidak susah kita bisa sedikit lega dikala listrik padam.

Posting Komentar untuk "Membuat Kipas Angin Emergency"

Berlangganan via Email