Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Seberapa Efektif Pembelajaran Daring


Berpendapat sebagai tenaga pendidik, sekaligus juga sebagai orang tua atau wali murid, yang merasakan langsung sebagai pemberi materi ajar sekaligus penerima materi ajar bagi anak dirumah.

Adalah sesuatu yang memang harus dijalani bagi seluruh insan tenaga pendidik maupun peserta didik, disituasi pandemi saat ini.

Pertama dari kedua sisi sama-sama jelas membutuhkan infrastruktur dan biaya, dan yang kedua adalah materi yang disampaikan oleh seorang tenaga pendidik.

Biaya dan Infrastruktur

Seorang guru bisa saja memanfaatkan fasilitas sekolah dalam pemberian materi atau tidak sedikit yang sudah mampu melaksanakan dari rumah sendiri.

Infrastruktur diera saat ini bisa saya katakan tidak ada masalah terutama bagi yang tinggal diperkotaan, namun berbeda kondisi di daerah pedesaan yang mungkin hanya mengandalkan sinyal operator  GSM.

Biaya dan infrastruktur, baik itu koneksi internet dan juga perangkat keras komputer bagi pemateri, serta gawai (handphone) beserta paket data bagi siswa, masih merupakan hal yang belum tentu bisa dipenuhi secara pasti.

Kalau saya mengenyampingkan  faktor pemateri disini, maka masih ada faktor siswa yang memiliki permasalahan pemenuhan biaya dan infrastruktur dalam mengikuti pembelajaran daring, apalagi jika dalam satu hari mereka harus melakukan beberapa pembelajaran melalui daring.

Belum lagi ditambah beberapa anggota keluarga yang harus nmengikuti pembelajaran daring, maka ini tentu saja akan memerlukan biaya yang tidak sedikit ditengah-tengah ketatnya ekonomi.

Dari pengamatan pribadi pada anak, saya mendapati pembelajaran secara daring, terutama video conference, menggunakan cukup banyak kuota data.

Materi, Waktu dan Praktek

Materi yang disusun ulang oleh seorang guru dalam penyampaian daring menjadi hal yang kritis. Dengan pembatasan waktu dan teknis penyampaian yang efektif terhadap suatu materi menjadi hal yang perlu pertimbangan baik.

Karena penyampaian materi yang tanpa memperhitungkan penyusunan yang baik, berdasarkan waktu yang terbatas, serta kemudahan dalam penyerapan akan berakibat persentase efektifitas menurun.

Menjadi permasalahan tambahan pula pada sekolah-sekolah kejuruan yang sedianya pembelajaran banyak diisi dengan adanya penggunaan alat-alat praktek.

Kesimpulan

Pada kondisi pandemi ini banyak sekali tantangan bagi masyarakat, ekonomi yang sulit bagi masyarakat menegah kebawah juga berdampak pada pemenuhan pendidikan anggota keluarga.

Pembelajaran daring adalah satu jalan keluar dalam dunia pendidikan guna menekan penyebaran wabah, namun demikian efektifitas penyerapan materipun menjadi hal yang harus diterima.

Dibutuhkan solusi terpadu yang nyata agar hal ini bisa berjalan dengan baik, semisal dengan pemberian keringanan tarif data bagi pendidikan, seperti halnya Google yang menggratiskan fitur premium Google Meet dari bulan Maret hingga September 2020 ini.

Mari kita berdoa bersama, semoga wabah ini segera berlalu hingga kita bisa kembali menjalani kehidupan sosial kita senormal-normalnya seperti dahulu.


1 komentar untuk "Seberapa Efektif Pembelajaran Daring"

Berlangganan via Email