Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Mengenal SWR, Alat Wajib Ukur Antena

Daiwa SWR Meter
Daiwa SWR Meter

 

Sambil nunggu SWR yang saya pesan tiba dirumah, kita bahas dulu yuk apa sih alat SWR itu. SWR atau VSWR disini merupakan kependekan dari Voltage Standing Wave Ratio. Supaya lebih detilnya berikut saya cuplik dari wikipedia.

DEFINISI

Dalam teknik radio dan telekomunikasi, rasio gelombang berdiri (SWR) adalah ukuran pencocokan impedansi beban dengan impedansi karakteristik saluran transmisi atau pandu gelombang. Ketidaksesuaian impedansi menghasilkan gelombang berdiri di sepanjang saluran transmisi, dan SWR didefinisikan sebagai rasio amplitudo gelombang berdiri parsial pada antinode (maksimum) dengan amplitudo pada node (minimum) di sepanjang garis.

SWR biasanya dianggap sebagai tegangan AC maksimum dan minimum di sepanjang saluran transmisi, sehingga disebut rasio gelombang berdiri tegangan atau VSWR (kadang-kadang diucapkan "vizwar"). Misalnya, nilai VSWR 1.2: 1 menunjukkan bahwa tegangan AC akibat gelombang berdiri di sepanjang saluran transmisi akan memiliki nilai puncak 1.2 kali lipat dari tegangan AC minimum di sepanjang saluran tersebut, asalkan panjang saluran tersebut setidaknya setengah panjang gelombang. 
SWR juga dapat didefinisikan sebagai rasio amplitudo maksimum terhadap amplitudo minimum arus saluran transmisi, kekuatan medan listrik, atau kekuatan medan magnet. Dengan mengabaikan kehilangan saluran transmisi, rasio ini identik.

Rasio gelombang berdiri daya (PSWR) didefinisikan sebagai kuadrat dari VSWR, namun, terminologi yang tidak digunakan lagi ini tidak memiliki hubungan fisik dengan daya aktual yang terlibat dalam transmisi.

Hmmm kurang mudeng juga ya, nah coba saya ringkas dengan bahasa saya saja ya, alat SWR ini fungsinya untuk mengukur kecocokan impedansi (matching dengan satuan ohm) antara perangkat radio dengan kabel dan antena nya. Jadi antena nggak sembarang buat dan pakai saja.

MFJ SWR Meter
MFJ SWR Meter

 

Terutama pada perangkat radio yang memiliki kemampuan  untuk memancar, jika terjadi tidak kecocokan (mismatch) maka dapat membahayakan perangkat, yaitu kerusakan pada bagian transistor penguat akhir (Final) yang terbakar.

Kompnen Utama SWR 

Komponen utama SWR meter adalah apa yang disebut dengan "Directional Coupler" yang  digunakan untuk mengukur besaran gelombang maju (forward) dan geombang pantulan, hasil dari perhitungannya didapatkan SWR.

Sensing atau pencuplikan sinyal dilakukan oleh komponen berupa dioda sensor, berikut bisa dilihat fisik dari directional coupler beserta sensor dari sebuah SWR meter Maldol dari Jepang yang sudah tidak diproduksi lagi.

Maldol SWR
Komponen SWR Maldol Original

Tiga buah kawat ditengah merupakan directional couplernya dan tampak 2 buah diode germanium sebagai sensor (yang saya lingkari merah).

Directional coupler bisa berupa kabel RG8 50 ohm atau yang lainnya, silahkan lihat contoh beberapa directional coupler berikut ini.

maldol lokal
SWR Maldol Tiruan Hasil Modif dari Laman onnocenter.or.id


Directional Coupler SX-200
DC original Diamond SX-200

Directional coupler diamond sx-200 diatas hasil foto pribadi, SWR nya sudah saya jual kembali karena tidak pernah digunakan lagi, dan hanya bisa mengukur frekwensi pita VHF saja, harga belinya dulu Rp.1.200.000.

DC yang digunakan oleh SWR Daiwa CN801 hampir sama dengan foto dari DC diamond SX-200.

Berikut adalah contoh diagram sirkuit sebuah SWR sederhana yang bisa kamu buat sendiri sebagai project kalau mu ya....

SWR Circuit


IMPEDANSI ANTENA DAN KABEL

Sederhananya begini, rata-rata perangkat radio telekomunikasi memiliki output ke antena dengan impedansi 50 ohm, sehingga menggunakan kabel transmisi ke antena yang memiliki impedansi 50 ohm juga nah maka antenanya pula diharapkan memiliki impedansi sama yaitu 50 ohm juga agar matching atau sinkron-lah.

Kenapa harus matching, agar pancaran sinyal bisa keluar (forward) dengan sepenuhnya dan tidak tertahan atau berbalik (reflected) yang dapat mengakibatkan panas berlebihan di bagian sirkuit pemancarnya.

Atau  bisa dikatakan pengukuran ini guna meminimalkan daya balik sinyal (reflected out) terhadap daya keluar (forward out) akibat ketidak cocokan impedansi perangkat, kbel dan antena).

Pada pemancar-pemancar yang memiliki daya cukup besar, memiliki radiasi elektromagnetik yang bisa membuat sebuah lampu neon menyala jika didekatkan pada antena, ini mengapa pentingnya pengukuran antena agar radiasi tersebut bisa optimal keluar.

Penggunaan istilah impedansi juga dapat ditemukan pada antena televisi dan speaker audio, biasanya televisi memiliki impedansi 75 ohm, sedangkan speaker 4 ohm dan 8 ohm.

Nah mudahan bisa dipahami ya, lantas bagaimana caranya agar sebuah antena yang baru dibuat atau baru dibeli bisa cocok atau match dengan perangkat kita?

Yang jelas antena juga memiliki peruntukan berdasarkan frekwensi kerjanya, kemudian dicocokan kembali dengan menggunakan alat ukur SWR dengan cara merubah panjang pendek antena atau pengaturan yang ada pada antena itu sendiri hingga didapat nilai yang paling pas.

MENGGUNAKAN SWR METER

Pengukuran Antena
Pengukuran Antena

Ada beberapa cara dalam pengukuran antena menggunakan SWR meter, bagi praktisi hobi di bidang radio hal ini sudah menjadi hal yang umum diketahui.

Melalui ilustrasi diatas terlihat bahwa SWR di hubungkan dengan antena dan perangkat radio melalui kabel transmisi berupa kabel coaxial 50 ohm, kabel jumper berupa coaxial 50 ohm pendek, kemudian dilakukan tes pemancaran dan melihat hasil ukur pada SWR untuk mendapatkan nilai idealnya 1.0:1 (satu banding 1).

Perubahan pada SWR didapat dengan cara merubah panjang pendek antena, atau posisi tap gamma match antena pada antena jenis Yagi.

Gamma Match
Gamma Match Antena Yagi

Jika di pelajari secara detail teori tentang pengukuran antena ini cukup membingungkan bagi orang awam, saya pribadi tidak terlalu memusingkan dengan rumus-rumus serta kajiannya, hanya saja beberapa hal pentingnya saja yang diambil.

Untuk pengukuran yang baik beserta penjelasannya bisa menuju link Cara Mengukur SWR Meter laman salah satu pegiat radio komunikasi.

KESIMPULAN

Pengukuran antena radio sangat penting guna mendapatkan hasil yang optimal dan menhindari terjadinya kerusakan perangkat pemancar. Dengan optimalnya pengukuran tidak mengherankan hasil pancaran mencapai jarak yang sangat jauh dengan daya yang tidak terlalu besar. 

SWR Meter juga biasanya terdapat opsi untuk memngukur daya pancar radio, saat mengukur daya pancar sisi output SWR yang menuju antena tidak dihubungkan dengan antena melainkan sebuah Dummy Load 50 ohm.

Penggunaan antena disesuaikan dengan frekwensi kerja antena tersebut, pada jenis antena fix tidak perlu dilakukan pengukuran karena sudah diset bekerja pada frekwensi tersebut dengan rugi-rugi yang kecil, penggunaan kabel transmisi yang pendek dan kualitas tinggi mengurangi kerugian (loses).

Celwave marine
Antena Celwave Marine VHF 156 sampai 162,5 Mhz


Post a Comment for "Mengenal SWR, Alat Wajib Ukur Antena"